Untung Hypnotis

Assalamu alaikum

Pernah kah anda mendengar kata hipnotis?

Pasti belum, kasian deh loh …. Hhuuuhhh….!!!! (???)

Ya, pasti kata hipnotis selalu identik dengan seorang tokoh besar dalam bidang per-hipnotis-an. Ya siapa lagi kalau bukan Karmo, eh Romy Rafael.

Menurut Kamus Besar Indonesia karya Vidi Aldiano, hipnotis adalah sebuah trik yang dapat mempengaruhi kesadaran anda.

Selain Romy Rafael, hipnotis selalu identik dengan kejahatan. Ya, masalah pencurian lah, perampokan lah, pembunuhan lah, pertanian lah, bahkan peternakan. (lho?)
Tapi kisah yang akan saya ceritakan ini tidak ada sangkut paut nya dengan Romy Rafael maupun berbagai tindak kejahatan. Ini adalah kisah ketika saya berurusan dengan hipnotis….. hati-hatilah!

Lokasi : JILC Cokroaminoto
Waktu: 9 Mei 2009, Pukul 15.00
Tokoh : Saya

Sore itu saya berangkat dari rumah tanpa ada feeling apapun. Saya berangkat seperti biasanya. Saya berangkat dengan semangat menggebu-gebu dengan cita rasa yang tinggi ke tempat bimbingan belajar terbesar dan terlebar (mang jidad mu?). Sesampai nya di sana, juga tidak ada perbedaan dan menandakan apa yang akan terjadi sore itu.

Tapi semua berbeda setelah bel masuk berbunyi. Tiba-tiba ada aura yang tidak biasa (bukan Aura Kasih) yang menghampiri kulit ku, yang lalu diteruskan oleh neuron sensorik (alah..). Ya, saya menyadarinya dengan jelas. Saya pun sempat tertegun pada saat itu.
Semakin lama, aura tersebut semakin dahsyat, sehingga hamper meluluhlantahkan semangat dan keberanian ku untuk belajar pada saat itu. Tapi karena aura kebaikan yang saya pancarkan jauh lebih kuat, saya dapat bertahan.
Dan fakta pun muncul ke permukaan. Ternyata pemiliki aura tersebut adalah salah satu tentor bahasa inggris kami, ya…!. Dan sebuah kebetulan, dial ah yang mengajar kami pada saat itu.
Dengan ke-staycool-an yang mengalir keras dia berjalan menyusuri kelas, dan bermaksud duduk di sebuah kursi yang memiliki aura tak kalah hebat. Keajaiban terjadi. Ketika sang tentor bermaksud untuk duduk tiba-tiba jok dari kursi tersebut terlepas. Walah… dan jadilah seorang-tentor-terjebak-di-lubang kursi-dan-tak-bisa-berdiri.
Karena menyadari dirinya terperangkap di sebuah kursi di depan siswa-siswa dengan otak kusut, dia lalu berkata dengan muka agak pucat, “dek, tolong dlu”.

Kemudian, dua teman saya yang berbakti berangkat dari tempat peristirahatan sementaranya dan bergegas menolong sang tentor. Mereka tak lain merupakan primadona kelas kami, Okto dan Yuni, Wow!!.

Setelah beberapa menit berlalu, semua kembali seperti semula.
“mmh, kenapa bias rusak begitu kursi.? Sang tentor berkata dengan muka masih pucat.

Hening. Karena semua siswa berusaha menahan tawa.

“mmhh,. Eh, sudah mi ka di hipnotis disini?” katanya berusaha mengalihkan pembicaraan.

“belum..belum..belum.” sahut semua siswa seperti anak TK yang akan diberi kwaci.

WAh, ternyata aura ini berasal dari kekuatan hipnotis dari sang tentor.. wahh gawat… jati diri ku akan terbuka (lho?)

“ok,ok. Kita mulai mi dari yang paling mudah, tapi ini butuh konsentrasi, dan orang pintar itu konsentrasi nya bagus” katanya sambil staycool yang tiada kira, sepertinya sang tentor sudah dapat mengendalikan situasi ini.

“mmhh, saya mi itu”,gumam ku dalam hati

Mmhh… kali itu sang tentor mempertunjukkan 3 jenis hipnotis, dan hasil nya pada saya yaitu:
1. Jari-jari yang awalnya agak pendek tiba-tiba tampak lebih panjang (tidak berhasil)
2. Jari-jari tangan yang melengket dan tak bias terlepas (tidak berhasil)
3. Seperti di TV-TV, kita di bawa kea lam bawah sadar dan melakukan apa yang dikatakan sang tentor (tidak berhasil)

Mmhh.. karena ketidakberhasilan tersebut saya menjadi kurang percaya diri selama pelajaran tersebut.

Dan akhirnya setelah melalui detik demi detik dimana saya merasa terbawah, akhirnya jam pelajaran nya selesai juga. Alhamdulillah …

Ngahahahaha.
Jam pelajaran kedua adalah Bahasa bangsa tercinta kita yang telah dicantumkan pada Sumpah Pemuda, Bahasa Indonesia.
Dan ternyata sore itu memang berbeda dengan sore-sore lainnya, sang tentor bindo, juga memberikan beberapa trik hipnotis nya. Dan kali itu memang sangat berbeda dengan jam pelajaran sebelumnya.
“mmhh… masa toh, waktu ,ku ikut hypnolearning, saya dikasi sugesti-sugesti supaya bias patahkan pensil dengan jari telunjuk. Dan ternyata bisa. Tapi pas ku di rumah ndak bisa mi” sang tentor bekata membuka pelajaran dengn ekspresi yang unik.
Hening.
“susah itu nah” katanya meyakinkan bahwa apa yang sang tentor katakana menarik untuk diperbincangkan setajam silet.

Siswa-siswa pun berusaha mematahkan pensil dengan jari telunjuk nya, tapi hasil nya nihil.

Dengan ekspresi meyakinkan sang tentor berkata, “ah, itu mi, beri dlu sugesti otak mu, tanamkan pikiran bahwa jari mu itu besi”

Dengan keyakinan akan berhasil 100% saya pun mencobanya. Saya berusaha memusatkan pikiran yang mengambang ini.

Setelah beberapa menit, “kak, pegang kan k’ dlu, bisa me k” kata ku dengan kekuatan penuh di tangan.

Ccceepplllaassstt!! Begitu lah bunyi dari patahan pensil tersebut. Saya berhasil.

Setelah itu, saat-saat di kelas, saya dipenuhi dengan pujian-pujian dari para siswa sementara saya mengembangkan skill.

Ngahahaha. “inilah titik balik karier ku di dunia The Master. Ngahahaha.

Hening.
T
ak terasa waktu berjalan cepat, bel keluar pun berbunyi. Saya pun bergegas meninggalkan ruangan dengan mantap.

Sebelum pulang saya sempat bercengkrama dengan teman-teman sepermainan.

Sore itu saya memilih motor sebagai kendaraan. Lalu sesuatu terjadi dengan cepat. Saya jatuh dari motor. Tangan ku lecet, otak pindah ke dengkul, spion motor pindah ke ban. Tapi yang unik, lecet tersebut tidak terasa sakit, tapi seperti di pijit pakai balsem Geliga (metonomia).

Pasti ini karena sugesti-sugesti yang telah diberikan oleh para tentor. Terima Kasih.

Saya pun dengan staycool tiada tara bergegas mengendalikan situasi dan pulang dengan selamat.
Alhamdulillah

 

0 komentar:

  • Komentar

    Name :
    Web URL :
    Message :
    :) :( :D :p :(( :)) :x