Mabok!!

Assalamu Alaikum

mmhhh...
hari ini tanggal 21 mei 2009, besok tanggal 22 mei 2009, besok nya lg tanggal 23 mei, itu artinya sebentar lagi 1 juli 2009.

Haaahh.. (dengan gaya Mbak Fitri Tropica dalam Missing Lyric).. 1 juli 2009 ???
Mendengar kalimat itu.., eh salah.... bukan kalimat, karena ndak terdiri dari Subjek dan Predikat ...
(keren mode on), pasti anak2 kelas 3 agak gentar. Bagaimana tidak....
KArena...karena...karena...(mirip adegan di film "Jum'at Kliwon) hari itu adalah hari dimana nasib dan harga diri dipertaruhkan (ididih..!!).

Ya.. kalo ditanya pada saya, tentunya saya tanya dlu apa pertanyaan nya. Gimana sih!!!! huehue

mmhh... kalo ditanya bagaimana persiapannya, tentu saya dengan berat hati akan menjawab, persiapan ku masih sangat sedikit. Woowww....!!! gawat ini....!!!

Ya, tentunya semua masalah akan ada pemecahan nya. Pihak JILC sebagai tempat bermukim ku, tentunya telah memprediksi akan ada makhluk seperti saya yang masuk dalam agency nya(alaahh..). Oleh karena itu, dari pihak JILC sendiri memiliki agenda tersendiri, yaitu Midnight ... yeahh...horraii.. loisimo... berhasil..

HAhaha, sebagai anak indonesia yang sehat saya tentu nya memanfaat kan event tersebut.

Beginilah ceritanya.

Lokasi : JILC Cokroaminoto
Waktu : Pkl. 22.00 19 Mei 2009
Hobi : wwoooeennnggg???

Sebagai anak Makassar yang tak kenal kata "Ngaret", saya sampai di lokasi pas pkl 21.62 (ada k?). Sesampai nya di sana saya melihat kawan bernama Okto tengah berjalan dari sudut biru. Tepat di depan JILC, kami sempat bercengkrama dengan sahabat kami yang tak lain bernama Ikhsan. DI sana, kami sempat saling sharing informasi tentang Ojek Race. ya.. biasalah, ada okto sang Legendari.
Tak lama berselang, para anggota kaum barbara, bermunculan satu persatu. Mulai dari Jihad sang Berkalung sorban, Yuni sang Cat-Woman, dan terakhir Dimas sang pangeran dari Timur.
Karena menyadari personil telah lengkap kami lpun bergegas berangkat untuk menuju tempat peristirahatan sementara.
Menit demi menit kami lalui, dan akhirnya soal FISIKA pun hadir ditengah-tengah perkumpulan. Ouuhh, ternyata soal FISIka sejumlah 50 buah lah yang akan menemani kami menghabisi malam yang begitu indah. yahh... ngahaha... horraii.. mmhh.... hiks hiks...
2 jam tak begitu terasa dalam mengerjakan soal-soal tersebut (75% waktu, tidur). Setelah itu kami pun digiring ke aula untuk mengikuti pembahasa soal.

Secara Garis Besar, ke 50 buah simalakama tersebut dibahas oleh 3 tentor..

Tentor pertama, cewek berjilbab besar. Tipikal orang yang kayak nya baik. Sabar. Banyak teman. Murah Senyum. RAmah. Bertanggung jawab. Tenggang Rasa.

Tentor Kedua. Inilah tentor yang paling unik diantara segalanya. Hanya ada dua kata yang dapat mendeskripsikan segala keunikan dari sikap dan tingkah laku nya (aah... capek). "Mabok" dan "Rahasia Ilahi". Beliau kayak Tokoh antagonis pemabuk dalam Film Rahasia Ilahi. Ya.. itulah dia..

Tentor Ketiga. Energi nya kayak lampu 5 watt. Sepertinya... RAmbutnya agak jambul di ujung atas. SAntai. TAngan kidal.

Setelah pembahasan, saat-saat yang dinanti pun tiba. Tidur.
Tapi ada satu masalah besar yang akan dihadapi. Dimana ki tidur kasian??? hhuuuhhh

Setelah beradu dengan nasib, akhirnya kami mendapat tempat tidur di bangku-bangku besi depan kelas. Ya... cukuplah.

OO.. iya... ada sa lupa cerita. capek k kalo harus rombak lagi tulisan di atas. Selama perjalanan ku malam itu, kami ditemani oleh seorang teman baru yang identitas nya belum terdefinisi.

Sebelum tidur, dimas mengajak saya untuk makan, ya pikir-pikir supaya tidur makin nyenyak. Baiklah. hehehe..... dewi fortuna (kayak nama ikan saja) berpihak pada ku. Apakah itu? Dimas yang bayarkan k'.... hahahahha

Setelah itu, kami pun tidur...
5 menit..
10 menit..
20 menit..
40 menit...


aahh.. ndak bisa k tidur. Pada saat itu banyak suara-suara yang mengganggu ku.
Banyakorang ma'gosip. aaahhh....
Contoh:
A: mmhh, ko liat tadi k' X (nama tentor disamarkan)?
B: tidak, knapa i k?
A: haha,,.. lucu ki.. ada rambut nya rontok di kertas jawaban.
B & C: aahh.. masa?? memalukannya itu ( bersamaan, dengan intonasi 45)

apa bede'???? ndak penting nya. Mau k co'do' ndak pake Sunsilk Ginseng ki mungkin. Tapi ndak mau k jadi pa'gosip.. iihhh..

Akhirnya saya terbangun dengan perasaan tak tentu, kalona bilang Pak Arnedy, "Labil".
eehh.. ternyata teman baru tak terdefinisi itu juga terbangun, memang jodoh..(homo k?)
KArena merasa perlu untuk mengenal satu sama lain, saya mulai bertanya..

SAya: "mmhh.. siapa nama ta'?", tanya ku dengan ekspresi keren
Dia: "eh, Aksa, kalo kita?" jawabnya dengan sok kaget, dengan tangan menjulur
Saya: "Inul, hehehe". Jawab ku dengan intonasi agak merendah. "mmhh.. dari SMA mana ki?"
Dia: "SMA 1 Kendari", jawab nya tersipu malu
Saya: "kalo saya SMA 17", kata-ku tidak ditanya.

setelah perkenalan itu kami makin akrab. HAti ini sepertinya makin menyatu. Prreett..
Kami pun berbincang-bincang mengenai Universitas... yyaa.... biasalah

Tak terasa, waktu sudah menunjukkan pukul 06.00. Akhirnya waktu pulang.

Kami pun berpisah tanpa ucapan haru.... hikss (aahh... terpengaruh k' D'Cost ini)

Pulang.Tidur.

Untung Hypnotis

Assalamu alaikum

Pernah kah anda mendengar kata hipnotis?

Pasti belum, kasian deh loh …. Hhuuuhhh….!!!! (???)

Ya, pasti kata hipnotis selalu identik dengan seorang tokoh besar dalam bidang per-hipnotis-an. Ya siapa lagi kalau bukan Karmo, eh Romy Rafael.

Menurut Kamus Besar Indonesia karya Vidi Aldiano, hipnotis adalah sebuah trik yang dapat mempengaruhi kesadaran anda.

Selain Romy Rafael, hipnotis selalu identik dengan kejahatan. Ya, masalah pencurian lah, perampokan lah, pembunuhan lah, pertanian lah, bahkan peternakan. (lho?)
Tapi kisah yang akan saya ceritakan ini tidak ada sangkut paut nya dengan Romy Rafael maupun berbagai tindak kejahatan. Ini adalah kisah ketika saya berurusan dengan hipnotis….. hati-hatilah!

Lokasi : JILC Cokroaminoto
Waktu: 9 Mei 2009, Pukul 15.00
Tokoh : Saya

Sore itu saya berangkat dari rumah tanpa ada feeling apapun. Saya berangkat seperti biasanya. Saya berangkat dengan semangat menggebu-gebu dengan cita rasa yang tinggi ke tempat bimbingan belajar terbesar dan terlebar (mang jidad mu?). Sesampai nya di sana, juga tidak ada perbedaan dan menandakan apa yang akan terjadi sore itu.

Tapi semua berbeda setelah bel masuk berbunyi. Tiba-tiba ada aura yang tidak biasa (bukan Aura Kasih) yang menghampiri kulit ku, yang lalu diteruskan oleh neuron sensorik (alah..). Ya, saya menyadarinya dengan jelas. Saya pun sempat tertegun pada saat itu.
Semakin lama, aura tersebut semakin dahsyat, sehingga hamper meluluhlantahkan semangat dan keberanian ku untuk belajar pada saat itu. Tapi karena aura kebaikan yang saya pancarkan jauh lebih kuat, saya dapat bertahan.
Dan fakta pun muncul ke permukaan. Ternyata pemiliki aura tersebut adalah salah satu tentor bahasa inggris kami, ya…!. Dan sebuah kebetulan, dial ah yang mengajar kami pada saat itu.
Dengan ke-staycool-an yang mengalir keras dia berjalan menyusuri kelas, dan bermaksud duduk di sebuah kursi yang memiliki aura tak kalah hebat. Keajaiban terjadi. Ketika sang tentor bermaksud untuk duduk tiba-tiba jok dari kursi tersebut terlepas. Walah… dan jadilah seorang-tentor-terjebak-di-lubang kursi-dan-tak-bisa-berdiri.
Karena menyadari dirinya terperangkap di sebuah kursi di depan siswa-siswa dengan otak kusut, dia lalu berkata dengan muka agak pucat, “dek, tolong dlu”.

Kemudian, dua teman saya yang berbakti berangkat dari tempat peristirahatan sementaranya dan bergegas menolong sang tentor. Mereka tak lain merupakan primadona kelas kami, Okto dan Yuni, Wow!!.

Setelah beberapa menit berlalu, semua kembali seperti semula.
“mmh, kenapa bias rusak begitu kursi.? Sang tentor berkata dengan muka masih pucat.

Hening. Karena semua siswa berusaha menahan tawa.

“mmhh,. Eh, sudah mi ka di hipnotis disini?” katanya berusaha mengalihkan pembicaraan.

“belum..belum..belum.” sahut semua siswa seperti anak TK yang akan diberi kwaci.

WAh, ternyata aura ini berasal dari kekuatan hipnotis dari sang tentor.. wahh gawat… jati diri ku akan terbuka (lho?)

“ok,ok. Kita mulai mi dari yang paling mudah, tapi ini butuh konsentrasi, dan orang pintar itu konsentrasi nya bagus” katanya sambil staycool yang tiada kira, sepertinya sang tentor sudah dapat mengendalikan situasi ini.

“mmhh, saya mi itu”,gumam ku dalam hati

Mmhh… kali itu sang tentor mempertunjukkan 3 jenis hipnotis, dan hasil nya pada saya yaitu:
1. Jari-jari yang awalnya agak pendek tiba-tiba tampak lebih panjang (tidak berhasil)
2. Jari-jari tangan yang melengket dan tak bias terlepas (tidak berhasil)
3. Seperti di TV-TV, kita di bawa kea lam bawah sadar dan melakukan apa yang dikatakan sang tentor (tidak berhasil)

Mmhh.. karena ketidakberhasilan tersebut saya menjadi kurang percaya diri selama pelajaran tersebut.

Dan akhirnya setelah melalui detik demi detik dimana saya merasa terbawah, akhirnya jam pelajaran nya selesai juga. Alhamdulillah …

Ngahahahaha.
Jam pelajaran kedua adalah Bahasa bangsa tercinta kita yang telah dicantumkan pada Sumpah Pemuda, Bahasa Indonesia.
Dan ternyata sore itu memang berbeda dengan sore-sore lainnya, sang tentor bindo, juga memberikan beberapa trik hipnotis nya. Dan kali itu memang sangat berbeda dengan jam pelajaran sebelumnya.
“mmhh… masa toh, waktu ,ku ikut hypnolearning, saya dikasi sugesti-sugesti supaya bias patahkan pensil dengan jari telunjuk. Dan ternyata bisa. Tapi pas ku di rumah ndak bisa mi” sang tentor bekata membuka pelajaran dengn ekspresi yang unik.
Hening.
“susah itu nah” katanya meyakinkan bahwa apa yang sang tentor katakana menarik untuk diperbincangkan setajam silet.

Siswa-siswa pun berusaha mematahkan pensil dengan jari telunjuk nya, tapi hasil nya nihil.

Dengan ekspresi meyakinkan sang tentor berkata, “ah, itu mi, beri dlu sugesti otak mu, tanamkan pikiran bahwa jari mu itu besi”

Dengan keyakinan akan berhasil 100% saya pun mencobanya. Saya berusaha memusatkan pikiran yang mengambang ini.

Setelah beberapa menit, “kak, pegang kan k’ dlu, bisa me k” kata ku dengan kekuatan penuh di tangan.

Ccceepplllaassstt!! Begitu lah bunyi dari patahan pensil tersebut. Saya berhasil.

Setelah itu, saat-saat di kelas, saya dipenuhi dengan pujian-pujian dari para siswa sementara saya mengembangkan skill.

Ngahahaha. “inilah titik balik karier ku di dunia The Master. Ngahahaha.

Hening.
T
ak terasa waktu berjalan cepat, bel keluar pun berbunyi. Saya pun bergegas meninggalkan ruangan dengan mantap.

Sebelum pulang saya sempat bercengkrama dengan teman-teman sepermainan.

Sore itu saya memilih motor sebagai kendaraan. Lalu sesuatu terjadi dengan cepat. Saya jatuh dari motor. Tangan ku lecet, otak pindah ke dengkul, spion motor pindah ke ban. Tapi yang unik, lecet tersebut tidak terasa sakit, tapi seperti di pijit pakai balsem Geliga (metonomia).

Pasti ini karena sugesti-sugesti yang telah diberikan oleh para tentor. Terima Kasih.

Saya pun dengan staycool tiada tara bergegas mengendalikan situasi dan pulang dengan selamat.
Alhamdulillah

Momen Tiada Kira

Assalamu alaikum

*maaf, cerita ini banyak mengandung kesedihan. Jadi yang punya penyakit panu, atau ingusan, diharapkan jangan terlalu mendalami ceritanya.

kali ini saya akan awali dengan pertanyaan.
Apakah kalian melihat Boots?
yeahh.. Hidup Dora The Explorer


Siapa yang sering nonton film? (Jawablah: Ya.....)
Film jenis apakah itu? (Jawablah: Kesedihan)
Kesedihan bagaimana kah itu? (Jawablah: Perpisahan)
*maaf, dialog ini sudah diatur supaya agak lebih nyambung

Ya, perpisahan. Itulah yang baru saja saya alami, rasakan dan dengarkan (dengan efek musik kuat kita bersinar, lho!?)
Pasti kalian penasaran....
beginilah ceritanya...

Suatu hari di dunia tabi...
saya bangun seperti biasanya dari tidur yang sangat nyenyak (waktu malam minum obat Lelap)
dengan wajah bantal saya berusaha menganalisis apa yang telah mengganggu tidur ku. oh ternyata, Miniatur Danau toba ber volume 3cm kubik telah terbentuk di atas bantal yang bermotif koboi. Dengan sangat terpaksa, saya berusaha menggerakkan semua anggota badan saya dengan memaksimalkan kerja dari otak kecil saya (yeahhh... hidup biologi).
Setelah bangkit dari alam bawah sadar, saya mencoba menilik semua barang2 ku, siapa tau ada yang hilang (sandal merk Samoa berwarna merah). Di samping meja belajar yang sudah usang (ndak pernah dipake) terlihat beberapa dos yang berisi buku2 dan kantong pakaian yang berisi makanan, ya pakaian lahhh!!! ahhh... terliti dong!!! plis dong ah...

Ya, saya diingatkan oleh semua barang tersebut, bahwa hari ini bukanlah hari seperti biasanya.

Ya, hari yang akan menentukan semua alur hidup dan setting, dan tokoh utama (ndak nyambung) ku. AAhh.... kenapa hari ini harus tibbaaa!!! (dengan efek petir yang diikuti turunnya batu Ponari).
hari itu adalah Hari Dimana Saya Akan Keluar Asrama

ngahahah, eh salah, hikz.. hikzz

Setelah 6 menit 17 detik memikirkan hal tersebut, saya mulai memberikan motivasi dan reparasi (mang sofa??) pada diri ini.
Karena hari ini tidak lah biasa saya juga banyak melakukan hal yang tidak biasa. Contohnya saja sikat gigi, mandi, pake baju (hari biasanya telanjang ya mas?).
Setelah itu saya membereskan semua sarana dan prasarana yang saya punya, agar nanti jikalau tiba saatnya, semua akan baik2 saja.
Setela semua stabil, saya berinisiatif untuk sarapan ala anak asrama. Apakah itu? roti.
Karena merasa masih memiliki roti merk Dewi rasa Coklat yang baru dikirimi kemarin malamnya, saya ndak jadi mengambil roti yang berceceran di kamar orang.
Dengan menikmati roti milik sendiri, saya mendengar lagu Kuat Kita Bersinar -nya SID dari laptop nya Arya. Akhirnya setelah segala sesuatu nya mantap saya berkeinginan untuk menghibur diri dengan main fb. Tak terasa 4menit telah berlalu tanpa ter-konek-kan dengan Internet. Karena pori-pori tubuh telah terbuka dan telah bersiap2 mengekskresikan keringat saya kembali ke kamar.
Saya kembali bersedih.
Sedih.
Oh, sedih.
Tak terasa saya tertidur sampai jam telah menunjukkan pukul setengah empat sore.
Dengan jiwa keatletan, saya sore adalah waktu dmana saya bisa mengmbangkan skill dalam berolahraga. Dan sore itu olah raga yang terpilih adalah Sepak Bola.

Ketika bermain, ada sesuatu yang juga terjadi tidak biasa.
APakah itu? SAYA MENCETAK 1Gol.
nagahhaha
nagahahah
ngahahah
ngahahaha
Karena semua anak asrama adalah agamawan yang sangat tekun kami menyadari bahwa waktu habis nya yaitu sebelum maghrib. Tapi bola berkata lain. WAktu itu semua tidak menyadari waktu, dan terus bermain dengan semangat kedaerahan yang tinggi.

Memang, hari itu bukanlah hari biasa. Hal spektakuler terjadi.
Tiba-tiba dari kejauhan sesosok manusia berpakaian biru gelap berjalan dengan gagahnya. Dengan mimik khas manusia, dia berjalan bagaikan BAMPOL yang tengah dirudung kesedihan.
Setelah berjalan sekitar 3 meter dia berhenti dengan memperhatikan rambu2 yang berlaku.
Dia lalu mengambil sesuatu dari balik seragam nya. Dan ternyata itu adalah peluit, maksud saya, sempritan.
Karena terinspirasi wasit botak Collina, tangan kirinya lalu dikembangkan bagaikan sayap, dan tangan kanannya mengarahkan peluit pas ke arah hidungnya, eh mulutnya.
Setelah menghisap udara sekitar 4liter, dia meniup peluit tersebut sekeras-kerasnya.
Saking kerasnya, saya sempat terlempar sejauh 0,001 mm dari tempat semula. Dengan senyum yang dibuat terkesan keren, dia melambai ke arah kami, tanda waktu bermain telah usai.
Kami pun berlari ke asrama, agar tak terliaht oleh Ibu Tercinta, Bu Ipa.
Tapi nasib berkata lain, Bu Ipa dengan tegas berdiri di teras asrama.
Tapi untunglah hari itu memang bukan hari biasa. Dengan gaya pelari khas pelari Nigeria, saya mencoba menembus dinding ketakutan yang dibentuk Bu Ipa. Yah, memang Nigeria lah yang terhebat. Saya berhasil.

Setelah itu, saya minum, berkelakar sebentar, mandi, sholat, dan makan, lalu kelakar lagi.

Ditengah-tengah kelakar, suara HP ku menyadarkan aku bahwa sudah tiba saat yang akan memindahkan sedikit jalur hidupku. Ya, K' Chandra, seseorang, yang akan menjemput ku, telah mengultimatum bahwa dia akan segera ke asrama.
Saya pun sempat tertegun.

Karena merasa ndak bisa mengangkut lemari baju ku sendirian, saya dengan nada agak ditinggikan berkata,
"Oi, bantu dlue" bujuk ku kepada adek kelas
"mmhh, ndak mau ja" kata salah seorang dari mereka. Dengan mata yang agak disiniskan dan tangan yang mulai dikepalkan, saya kembali menatap mereka
"iya paeng, ayo teman2.."mereka mulai bergerak bagaikan hewan-hewan di film Madagascar

Satu persatu barang ku pun diangkut ke bawah.

Inilah saat yang saat mengharukan, dari segala skrip jalur hidup ku.
Pamit.

Ya, sepertinya semua orang bersedih akan kepergian si gendut-tukang makan-jayus-ketawa ini.
Sempat saya meneteskan air kesedihan dari hidung (ingus). Ya, saya sempat hampir akan menangis. Tapi, karena ke-stay cool-an yang telah dilatih selama 2 bulan saya berhasil mengalahkan rasa itu. Bila Rasaku ini Rasamu.

Saya pun pamit sama Ibu Tercinta, Bu Ipa. Dan Tak Lupa sama teman ku Arafah dan si Pioneer, Atong yang dari 4 hari lalu duduk di teras menunggu mangga masak.
Menurut Informasi yang saya dapat siih, dia jg sedih.

Saya pun pergi dengan sekelompok barang busuk yang tak lain baju ku...
bye..bye...

Ole!!

Assalamu alaikum

Mmhh.. buku adalah sumber ilmu, begitu kata guru saya waktu TK (mang saya TK??). Tapi menurut saya buku bisa jg ngambil inspirasi, tempat ngakak. Contoh, buku nya Raditya Dika.
Saya pernah baca buku Kambing Jantan waktu SMP. Saya dikasi pinjam sama kace ku. “baca mko, bagus, lucu”, katanya promosi. Tapi sampai kepala saya hampir habis, sampai kaki hampir kebongkar, sampai tamatin itu buku (sebenarnya tidak), saya ndak pernah ngambil hikmah. Satu-satunya hikmah yg saya ambil, kalo minjam sesuatu harus dikembalikan.

Tapi keadaan berubah, kepala ku pun membesar, mengembang, hampir memuai. Minggu lalu iseng-iseng saya curi buku nya adek kelas (sebenarnya bahasa lembutnya, ngambil, nanti pas ngembaliin baru bilang). Judul nya Babi Ngesot, Datang tak diundang, Pulang tak berkutang, yang tidak lain, buku nya si Raditya Dika.

Semenjak baca itu buku, pandangan hidup ku lebih lebar (mang jidad). Unik nya bukan sekedar permainan kayak lagunya Gita Gutawa.
Dengan hasrat ingin meminjam buku di Gramedia yang menggebu-gebu, saya akhirnya memutuskan untuk ke Mall Panakukkang. Tapi setelah saya diskusikan dengan dengkulku, saya lebih memilih membeli daripada pulang dengan otak disita sama Gramedia.

Tentunya, sebagai anak asrama yang baik, saya berusaha menghemat uang. Salah satunya dengan menghemat biaya transportasi. Untuk itu saya dengan segenap rayuan pulau nangka berusaha menjaring korban yang agak bersalah. Dalih dari penjebakan kali ini yaitu makan di Pizza Hut.
Setelah bekerja keras selama kurang lebih 4 menit, lebih dari setengah orang pun terjaring. Yaitu Atong, Pa’i.
Pas habis Maghrib kami terlebih dulu berdoa agar uang kami ndak dicuri (sama penjual2 di MP). Tapi kejutan tiba-tiba terjadi di samping ku. Beberapa kompi anak busung lapar ingin bergabung. Di antaranya, Arya, Adek Arya, Ikram, Sibga dan Arafah.
Setelah berpikir dengan otak masing-masing dan melakukan musyawarah yang diakhiri dengan voting, kami memilih taksi sebagai tempat duduk berjalan menuju MP.
Regu I dihuni oleh Pai’I, Ikram, dan Arya. Dan Regu II dihuni oleh saya, Adek Arya, Atong, Sibga, dan Arafah.

Karena saya melihat muka supir taksi yang agak sangar, saya berusaha membuka gerbang silaturahmi.

Berbagai usaha dan upaya pun berusaha saya kerahkan.
Saat “Roger-roger” si supir mengatakan, “ya, satu mobil di Labuang Baji..bla bla bla”. Saya langsung menggaris bawahi kata “Labuang Baji”. Memang dalam otak saya yang kayak otak sayur ini, saya belum tahu yang mana Labuang Baji dan yang mana RS Dadi’ (sebuah rumah sakit yang terkenal akan keseraman orang agak kurang warasnya).
“pak apa bedanya RS Labuang Baji sama RS Dadi’”, Tanya saya dengan nada orang baru masuk kota.
“oh, sama ji itu”, jawabnya mantap dengan logat khas Mangkasa’.
Ya, setelah itu pembicaraan mulai berkembang berkat adanya kerja sama dari para pembicara handal asrama.

Kira-kira alur pembicaraannya seperti ini :
RS Dadi’ jadi Caleg Gagal jadi Pemilu 2009 jadi Adeknya si supir yang agak ngamuk habis kalah Pemilu jadi koalisi partai jadi Capres dan Cawapres.

Hanya dalam beberapa menit kami para pembicara handal asrama dan supir taksi bisa menghiasi satu halaman full Koran Fajar dengan Topik Rumah Sakit Dadi’.

Akhirnya setelah puas beropini puas kami pun sampai di pusat pergahulan anak Makassar, MP.
Kami lalu bertemu dengan Regu I di depan Bread Talk. Setelah itu, terjadi pergulatan yang agak sengit tentang First Destination. Beberapa orang berargumen kita sebaiknya pergi makan dulu, dengan dalih agar bisa memperkirakan seberapa dalam kantong bolong. Tapi dengan gaya sok pemimpin saya bersikeras dengan beberapa koalisi, agar kita ke Gramedia dlu. Ya, iyalah, perut masih kenyang, dan tak lupa ke Gramedia kan tujuan utama.

Karena kegigi-kunian-han saya css, argument kami pun diratifikasi (disahkan kalo ndak salah, pelajran Pkn).
Setelah itu saya dan Ikram yang memiliki keinginan sama mencari bukunya Raditya Dika. Setelah berhasil dengan sukses kami pun keluar dengan organ tubuh yang masih lengkap.

Karena hasrat makan para “hunter” asrama yang begitu menggebu-gebu, kami berinisiatif berangkat menuju tempat pengisian energy, Pizza Hut.
Tapi, nasib berkata lain. Berhubung waktu itu malam minggu, jadi kedai-kedai makan anak gahul pun ramai. Di Pizza Hut ketika itu Waiting List.
Terlihat muka dari beberapa sahabat mulai menguning akibat penykit kuti. Karena kecintaan kami akan demokrasi, kami kembali melakukan musyawarah yang kembali diakhiri dengan voting (biasa lah, MPR saja begitu). Dan tujuan selanjutnya yaitu D’Cost yang bermotokan “Kualitas Bintang Lima Harga Kaki Lima”. Dengan kelucuan yang khas anak asrama, kami berhasil menjahili beberapa orang yang sial.

Saya langsung simpatik dengan tempat ini. Harga Es Teh manis 500rp. Dengan otak hemat, saya langsung berpikir habis main bola atau istirahat sekolah langsung minum Es Teh Manis-nya D’Cost, tapi itu semua ternyata hanya mimpi.

Setelah puas mengisi perut yang sudah dangkal, kami kembali melanjutkan perjalanan.
Dengan sifat kekanak-kanakan yang tiada duanya, kami memutuskan untuk bermain di Amazon.
Di sana, kami nemuin beberapa pasangan suami istri yang lagi melakukan permainan, atau lebih tepat melakukan games. Games itu intinya, Koin. Jadi kita berusaha untuk menggluarkan koin-koin yang ada di dalam mesin games itu.

Terliahat disana sebuah pasangan suami istri yang kayak nya tengah di atas awan. Mereka punya koin sekantong!!!!, saya ulangi mereka punya koin sekantong!!!!
Kami dengan berbagai niat jahat berdiri disamping sang suami yang tengah berjuang. Istrinya si hanya duduk di dekat sang suami. Kerja si istri sangatlah mudah, kalo si suami berhasil, dia cuma ngambil koin-koinnya dan taruh ke kantong. Very Simple. Suatu waktu, terdengar suarau, criingg, cringg,, cringg,, yang menandakan sang suami berhasil. Saya kayak nya mau ambil semua koin-koin itu dan pakai untuk main, tapi saya urungkan karena nanti keburu ketangkap.

Di tengah suara-suara criingg,, cringgg itu ada bunyi yang lain yaitu, criccssttt, criccsstt, yang menandakan terjadi geesekan. Dengan insting yang kuat, saya lalu mengalihkan pandangan ke bawah. Ternyata ada sebuah koin yang menggelinding. Dengan hati kayak bawang merah saya berniat ambil itu koin. Tapi tiba-tiba si istri dengan sigap, gesit, irit berhasil mengambil koin itu. Padahal itu kan Cuma satu koin..

Mungkin dalam hati si istri, “satu koin kan bisa buat beli Susu Ideal untuk sarapan besok” (harga koin 10ribu dapat 8 jadi kalo dibagi, dapat???)
Saya Cuma bisa berbibir bus.
Karena merasa Amazon adalah tempat anak-anak (padahal koin sama uang nyaris 0) kami berinisiatif untuk mengakhiri ekspedisi singkat di malam yang ramai ini.
Kami sempat berfoto dengan gaya khas binatang.
Setelah berjalan selama 14 detik, kami melihat sebuah botol nganggur di lantai tanpa majikan. Sebenarnya kami ingin berteriak “Permisi!!! Siapa yang punya ini botol?? Kasian tidak ada yang asu..”

Tapi kami sadar botol adalah benda tak hidup. Tiba-tiba ada kilatan lampu yang mengingtkan kami dengan video-video aksi bola, Joga Bonito. Dengan didorong dengan kekuatan kaki yang tak tertandingi, kami akhirnya berlari-lari menendang bola kayak ada layangan putus. Mungkin saja bisa menang klo masuk Narsis.Tv, pikir kami.
Setelah capek, kami memutus kan untuk beranjak dari MP, berhubung juga karena kayaknya kita sudah diusir secara halus, dengan mematikan lampu satu persatu.
Kami pun pulang dengan sisa-sisa hasil respirasi tubuh kami. Kami lalu mengambil taksi untuk berangkat ke asrama tercintah.

Sesampai nya di area sekolah, keadaan memutuskan kami menginap di Mesjid sekolah. Penderitaan tak hanya sampai di situ. Ketika dengan kemauan dan kemampuan yang cukup untuk tidur, tiba-tiba ada yang menghadang. Malam itu kayak nya TNN AU (Tentara Nasional Nyamuk Angkatan Udara) sudah membeli pesawat sukoi baru lengkap dengan persenjataan modern. Sepertinya ada sekitar 40 kompi pasukan nyamuk mnyergap. Setelah berpikir dengan otak yang agak sedikit oleng, saya bangkit dan berkelakar sampai mabok.
Akhirnya waktu yang kami nantikan datang. Waktu Sholat Subuh. berhubung kami umat beragama yang baik kami pun sholat berjamaah. Tak hanya itu, waktu sholat shubuh juga menandakan kedatangan K’ Kipli, yang turut member isyarat terbukanya Pintu Gerbang Kemerdekaan, Pintu Asrama.
Setelah itu, kami pun masuk ke asrama dengan bentol-bentol yang menyebar ke sekujur tubuh dan tidur samapi puas.

Daftar SMA

Assalamu Alaikum

Masa SMP adalah masa dimana saya serasa di dunia, (mang dimana?). Tapi, setelah menempuh hidup selama 3 tahun bersama kawanan orang Barbara, mau tidak mau saya harus lanjutin sekolah ke tingkat yang lebih tinggi. Kecuali saya mau memohon sama kepala sekolah saya, “Pak tolong, saya jangan dikasi lulus, nilai-nilai tinggi saya, di kasi aja sama anak panti asuhan, saya rela jadi pembantu(jongos) di sekolah ini”. Wah, bisa bisa langsung masuk Koran Barru Times, “Seorang Pelajar Rela Jadi Pembantu Karena Cinta Mati Sama sekolahnya”. Kan gak lucu kalau tiba-tiba pemerintah buat RS Jiwa di kampong saya.

Untuk itu otomatis saya harus hunting SMA dimana saya bisa serasa di SMA lagi. Tapi berhubung kakak saya sekolah di SMA Unggulan di Makassar, saya diasumsikan masuk disitu. Maka, orientasi hidup saya selanjutnya sekolah disitu.

Setelah merasa wawasan saya belum cukup untuk masuk ke sekolah itu, saya hijrah ke Makassar dengan menggunakan Panther. Di sana saya tinggal bersama kakak saya. Selama di Makassar saya berjuang dengan Atong. Kami memilih bersama karena orientasi kami sama. Yaitu masuk SMA.

Dengan niatan menderu-deru kami mencari tempat BIMBEL bergengsi yang bisa mengubah otak kusut kami agak lurus. Setelah mencari-cari informasi selama beberapa menit, pilihan kami jatuh di JILC Tello.
Dengan style wong deso yang khas, kami berani membuktikan bahwa orang desa pun bisa melanglang buana di kota yang penuh dengan kesesatan hasrat duniawi… ngahahahahaha.
Sepi.
Nano-nano dunia pun (suka duka/asem manis) berhasil kami lalui. Mulai celana gak dicuci, baju bau naga, muka kayak Deodorant,sandal putus, gak mandi 4 hari, sampai makan batu (over sedikit)
Makan gak makan asal ngumpul!!!! (hidup Slank!)

Setelah menempuh hidup dengan belajar (baca:tidur) selama beberapa minggu, akhirnya hari Ujian Masuk pun tiba.
Waktu sampai di sana sikap saya masih kalem, kayak batu kali hitam yang nyala kalo malam. Dengan pikiran akan menguasai sekolah ini saya berjalan menelusuri sekolah ini mencari ruangan tes saya. Akhirnya ketemu. Karena saya datang kepagian saya harus nunggu 4 jam(ngarang)

Di sana saya ketemu teman lama tapi namanya saya lupa. Si Atong teman seperjuangan saya selama ini pun melupakan nama yang begitu singkat itu. Saya pun dengan kepala diatas(mang di lutut??) memiliki keinginan untuk menyapa nya.

Saya pegang pundak nya, dengan tangan kasar akibat jadi kerja paruh waktu jadi buruh kemarin. Dia pun berbalik dengan muka kayak perpaduan Apel dan Durian.
“Eh, lama ndak ketemu, mau daftar disini, Arul?”,(ya iyalah masa Cuma mau minta sumbangan sambil pake baju seragam!!!), sapa saya dengan senyum merem melek, dengan kesoktahuan yang menderu-deru
“Pagi, Fariz”, sapa Atong tak mau kalah kesoktahuan nya
“Ehh… lama mi juga di’, iya, kau iy?” sahutnya tidak kreatif. “ Eh Fahrul nama ku”
Woengg… Fariz + Arul = Fahrul

Sesaat saya sempat Down, merasa kewibawaan ku ndak ada, tapi kembali recover
“ya iyalah masa ya iyadong muka mu saja kedongdong masa kedonglah, masa tidak” jawab ku berusaha melucu dengan muka cengar-cengir
Tidak ada respon.
Sesaat saya berpikir, tapi ndak jadi.
Akhirnya setelah menempuh perjuangan tiada akhir, hasil nya pun sebanding. Saya LULUS. Atong juga. Fahrul juga. Amril juga (ndak tau siapa itu, pokok nya gendut)

Association Snake Step

Assalamu alaikum
berjumpa lagi dengan saya Inul.

Sepi.

mmhh.. baiklah, berhubung saya orang nya baik, jadi saya tidak akan melakukan apa-apa.

Sepi Lagi.

Baik kita mulai. Masa SMP adalah salah satu masa paling menyenangkan selama hidup saya. Kenapa? sabar plis. Waktu gue SMP, sue kayak penguasa(budak) di sekolah gue. Kenapa? jawab nya panjang, gue masuk salah satu kelompok terhebat di sekolah gue. Bahkan gue salah satu pendirinya. Sejarah nya begini.

Tokoh: saya, dan teman SMP
Lokasi: SMP gue
Waktu: Jam sekolah

nih ceritanya masih kelas 1 SMP
duduk-duduk di salah santu kantin sambil makan jalangkote dan pop ice
Saya: Parner, nama mu siapa? (nih teman ato apa?)
Diki: puah, agayede, mmhh... lama mki baku teman, bagaimana klo buat ki sebuah kelompok yang bisa mewadahi aspirasi ta'?(mang MPR??)
Saya: klo begitu toh nanti hidup berkelompok-kelompok ki'(sok..!!) beberapa detik kemudian
ok mi paeng
Diki: tapi 2 orang jki, bilateral ji klo begini (habis belajar IPS)
Saya : cari mki orang lain, itu ada teman SD ta' dlu, Yaya sama Atong
Diki : ndak mau k' ganteng ki itu dua orang, baru kau jelek,
Saya: cari mki yang lain paeng, nanti minder ka
Diki : biar mi deh
Saya: iya.. ambil mi (merasa aspirasi nya ndak dibutuhkan)

Jam Pelajaran Geografi
Pak guru: oi, oi kenapa kipas2 semua?? ahh?? habis main bola to? kluar saja sana main bola
Saya: (dengan sigap) cuaca pak!!!
Pak guru: oo iya betul Inul, kipas2 mi saja dlu, OOIII Kenek, naik ko presentasi!!! *Kenek nama teman SMP ku
Kenek: mmhh.. blum pi pak
Pak guru: agamusi de', na metto iko deg gaga jaji

loh! kok bahas ini

di lokasi berbeda,
Saya: oi yaya, mau ko masuk kelompok ku?
Yaya: puahh,, kelompok agasitu?pajai (sok jual mahal..)
Saya: kayak persatuan gto loh, ok
Yaya: tunggu dlu, mau k' berunding sama Atong(nih Atong sama Yaya sahabatan dari TK)
Saya: ...... mau ji k itu? (dalam hati)
Yaya: ada satu pertanyaan ku, apa keuntungan nya buat saya?
Saya: ndak ada
Yaya & Atong: Baiklah saya ikut!!!(bergaya kayak Power Ranger Pink sama Kuning)

maka terbentuk lah kelompok kami.
namanya itu ASS. pasti dikiraiin pantat. Kami tidak se-lale itu. kepanjangannya Association Snake Step. Lho?? kenapa harus ular, kenapa gak monyet kayak muka lu semua???
begini, dlu kita hobi nya makan cemilan, orang kota kan dlu bilangny "snek" kita kiraiin gitu tulisannya...(ngarang..!!)

Jadi setelah organisasi tak berlandaskan hukum itu terbentuk, kami lah penguasa sekolah. Kita selalu menang main bola, kelereng, layang-layang, cangke', dan lomba 17an.

Perkenalan

Assalamu Alaikum Wr. Wb ..

My Name is Nicole ..(kayak iklan diTv),
ah.. langsung aja, Ich Bin Hafiz Idul Fitranul. Klo gak ngerti, kacian deh lu... terjemahin aja di Google Translate.
Saya biasa dipanggil Inul, (loh kok!)
This the story, before the story began,(alah, kayak A Little Piece Of Heaven), saya dilahirin tanggal 7 April 1993, menurut salah satu aplikasi ramalan yang pernah gue pake (wahh2.. pasti ramalan jodoh) gue lahir hari rabu. Setelah menempuh hidup tanpa bersekolah, gue baru sadar nama gue Inul. Gak tau knapa gue rasa ini nama kok keren banget yah.. gue berharap ada nama artis yg namanya Inul, eh tapi yg muncul malah Si Ratu Ngebor (mang ada raja nya, siapa yg mau? loh? aneh lu!!) Semenjak itulah gue dihina dengan nama itu. Tapi setelah menempuh hidup seperti dirajam dengan nama Inul, gue akhirnya kebal. Ngahahaha!!!!!!(ketawa gak penting)

MMhh... lanjut ke perkenalan diri. Sekarang saya anak salah satu SMA terkemuka di Makassar. namanya gak usah disebutin lah, klo lo di Makassar, tanya aja, dimana SMAN 17 Makassar itu? (lho?)

Gue hobi olahraga, kaya berkebun, bertani, cuci piring, berdiam diri di kamar mandi, cuci piring(eaea, sebutin semua aktivitas loh sehari-hari)

Saya tinggal di asrama. Hidup dan bernafas dengan makhluk-makhluk terunik sepanjang masa. Ada yang gesit klo ada kue, ada yang stay cool(tapi rajanya udah keluar), sampe yang alim (yang jelas bukan saya).

Apa lagi y? klo masih ada yg mau ditanyakan, sms aja 085242884134 (gak gaul)

Ini blog baru, jd klo semua berupa kesalahan, mohon di ampuni

  • Komentar

    Name :
    Web URL :
    Message :
    :) :( :D :p :(( :)) :x