Mabok!!
Assalamu Alaikum
mmhhh...
hari ini tanggal 21 mei 2009, besok tanggal 22 mei 2009, besok nya lg tanggal 23 mei, itu artinya sebentar lagi 1 juli 2009.
Haaahh.. (dengan gaya Mbak Fitri Tropica dalam Missing Lyric).. 1 juli 2009 ???
Mendengar kalimat itu.., eh salah.... bukan kalimat, karena ndak terdiri dari Subjek dan Predikat ...
(keren mode on), pasti anak2 kelas 3 agak gentar. Bagaimana tidak....
KArena...karena...karena...(mirip adegan di film "Jum'at Kliwon) hari itu adalah hari dimana nasib dan harga diri dipertaruhkan (ididih..!!).
Ya.. kalo ditanya pada saya, tentunya saya tanya dlu apa pertanyaan nya. Gimana sih!!!! huehue
mmhh... kalo ditanya bagaimana persiapannya, tentu saya dengan berat hati akan menjawab, persiapan ku masih sangat sedikit. Woowww....!!! gawat ini....!!!
Ya, tentunya semua masalah akan ada pemecahan nya. Pihak JILC sebagai tempat bermukim ku, tentunya telah memprediksi akan ada makhluk seperti saya yang masuk dalam agency nya(alaahh..). Oleh karena itu, dari pihak JILC sendiri memiliki agenda tersendiri, yaitu Midnight ... yeahh...horraii.. loisimo... berhasil..
HAhaha, sebagai anak indonesia yang sehat saya tentu nya memanfaat kan event tersebut.
Beginilah ceritanya.
Lokasi : JILC Cokroaminoto
Waktu : Pkl. 22.00 19 Mei 2009
Hobi : wwoooeennnggg???
Sebagai anak Makassar yang tak kenal kata "Ngaret", saya sampai di lokasi pas pkl 21.62 (ada k?). Sesampai nya di sana saya melihat kawan bernama Okto tengah berjalan dari sudut biru. Tepat di depan JILC, kami sempat bercengkrama dengan sahabat kami yang tak lain bernama Ikhsan. DI sana, kami sempat saling sharing informasi tentang Ojek Race. ya.. biasalah, ada okto sang Legendari.
Tak lama berselang, para anggota kaum barbara, bermunculan satu persatu. Mulai dari Jihad sang Berkalung sorban, Yuni sang Cat-Woman, dan terakhir Dimas sang pangeran dari Timur.
Karena menyadari personil telah lengkap kami lpun bergegas berangkat untuk menuju tempat peristirahatan sementara.
Menit demi menit kami lalui, dan akhirnya soal FISIKA pun hadir ditengah-tengah perkumpulan. Ouuhh, ternyata soal FISIka sejumlah 50 buah lah yang akan menemani kami menghabisi malam yang begitu indah. yahh... ngahaha... horraii.. mmhh.... hiks hiks...
2 jam tak begitu terasa dalam mengerjakan soal-soal tersebut (75% waktu, tidur). Setelah itu kami pun digiring ke aula untuk mengikuti pembahasa soal.
Secara Garis Besar, ke 50 buah simalakama tersebut dibahas oleh 3 tentor..
Tentor pertama, cewek berjilbab besar. Tipikal orang yang kayak nya baik. Sabar. Banyak teman. Murah Senyum. RAmah. Bertanggung jawab. Tenggang Rasa.
Tentor Kedua. Inilah tentor yang paling unik diantara segalanya. Hanya ada dua kata yang dapat mendeskripsikan segala keunikan dari sikap dan tingkah laku nya (aah... capek). "Mabok" dan "Rahasia Ilahi". Beliau kayak Tokoh antagonis pemabuk dalam Film Rahasia Ilahi. Ya.. itulah dia..
Tentor Ketiga. Energi nya kayak lampu 5 watt. Sepertinya... RAmbutnya agak jambul di ujung atas. SAntai. TAngan kidal.
Setelah pembahasan, saat-saat yang dinanti pun tiba. Tidur.
Tapi ada satu masalah besar yang akan dihadapi. Dimana ki tidur kasian??? hhuuuhhh
Setelah beradu dengan nasib, akhirnya kami mendapat tempat tidur di bangku-bangku besi depan kelas. Ya... cukuplah.
OO.. iya... ada sa lupa cerita. capek k kalo harus rombak lagi tulisan di atas. Selama perjalanan ku malam itu, kami ditemani oleh seorang teman baru yang identitas nya belum terdefinisi.
Sebelum tidur, dimas mengajak saya untuk makan, ya pikir-pikir supaya tidur makin nyenyak. Baiklah. hehehe..... dewi fortuna (kayak nama ikan saja) berpihak pada ku. Apakah itu? Dimas yang bayarkan k'.... hahahahha
Setelah itu, kami pun tidur...
5 menit..
10 menit..
20 menit..
40 menit...
aahh.. ndak bisa k tidur. Pada saat itu banyak suara-suara yang mengganggu ku.
Banyakorang ma'gosip. aaahhh....
Contoh:
A: mmhh, ko liat tadi k' X (nama tentor disamarkan)?
B: tidak, knapa i k?
A: haha,,.. lucu ki.. ada rambut nya rontok di kertas jawaban.
B & C: aahh.. masa?? memalukannya itu ( bersamaan, dengan intonasi 45)
apa bede'???? ndak penting nya. Mau k co'do' ndak pake Sunsilk Ginseng ki mungkin. Tapi ndak mau k jadi pa'gosip.. iihhh..
Akhirnya saya terbangun dengan perasaan tak tentu, kalona bilang Pak Arnedy, "Labil".
eehh.. ternyata teman baru tak terdefinisi itu juga terbangun, memang jodoh..(homo k?)
KArena merasa perlu untuk mengenal satu sama lain, saya mulai bertanya..
SAya: "mmhh.. siapa nama ta'?", tanya ku dengan ekspresi keren
Dia: "eh, Aksa, kalo kita?" jawabnya dengan sok kaget, dengan tangan menjulur
Saya: "Inul, hehehe". Jawab ku dengan intonasi agak merendah. "mmhh.. dari SMA mana ki?"
Dia: "SMA 1 Kendari", jawab nya tersipu malu
Saya: "kalo saya SMA 17", kata-ku tidak ditanya.
setelah perkenalan itu kami makin akrab. HAti ini sepertinya makin menyatu. Prreett..
Kami pun berbincang-bincang mengenai Universitas... yyaa.... biasalah
Tak terasa, waktu sudah menunjukkan pukul 06.00. Akhirnya waktu pulang.
Kami pun berpisah tanpa ucapan haru.... hikss (aahh... terpengaruh k' D'Cost ini)
Pulang.Tidur.
23.41 | | 1 Comments
Untung Hypnotis
Assalamu alaikum
Pernah kah anda mendengar kata hipnotis?
Pasti belum, kasian deh loh …. Hhuuuhhh….!!!! (???)
Ya, pasti kata hipnotis selalu identik dengan seorang tokoh besar dalam bidang per-hipnotis-an. Ya siapa lagi kalau bukan Karmo, eh Romy Rafael.
Menurut Kamus Besar Indonesia karya Vidi Aldiano, hipnotis adalah sebuah trik yang dapat mempengaruhi kesadaran anda.
Selain Romy Rafael, hipnotis selalu identik dengan kejahatan. Ya, masalah pencurian lah, perampokan lah, pembunuhan lah, pertanian lah, bahkan peternakan. (lho?)
Tapi kisah yang akan saya ceritakan ini tidak ada sangkut paut nya dengan Romy Rafael maupun berbagai tindak kejahatan. Ini adalah kisah ketika saya berurusan dengan hipnotis….. hati-hatilah!
Lokasi : JILC Cokroaminoto
Waktu: 9 Mei 2009, Pukul 15.00
Tokoh : Saya
Sore itu saya berangkat dari rumah tanpa ada feeling apapun. Saya berangkat seperti biasanya. Saya berangkat dengan semangat menggebu-gebu dengan cita rasa yang tinggi ke tempat bimbingan belajar terbesar dan terlebar (mang jidad mu?). Sesampai nya di sana, juga tidak ada perbedaan dan menandakan apa yang akan terjadi sore itu.
Tapi semua berbeda setelah bel masuk berbunyi. Tiba-tiba ada aura yang tidak biasa (bukan Aura Kasih) yang menghampiri kulit ku, yang lalu diteruskan oleh neuron sensorik (alah..). Ya, saya menyadarinya dengan jelas. Saya pun sempat tertegun pada saat itu.
Semakin lama, aura tersebut semakin dahsyat, sehingga hamper meluluhlantahkan semangat dan keberanian ku untuk belajar pada saat itu. Tapi karena aura kebaikan yang saya pancarkan jauh lebih kuat, saya dapat bertahan.
Dan fakta pun muncul ke permukaan. Ternyata pemiliki aura tersebut adalah salah satu tentor bahasa inggris kami, ya…!. Dan sebuah kebetulan, dial ah yang mengajar kami pada saat itu.
Dengan ke-staycool-an yang mengalir keras dia berjalan menyusuri kelas, dan bermaksud duduk di sebuah kursi yang memiliki aura tak kalah hebat. Keajaiban terjadi. Ketika sang tentor bermaksud untuk duduk tiba-tiba jok dari kursi tersebut terlepas. Walah… dan jadilah seorang-tentor-terjebak-di-lubang kursi-dan-tak-bisa-berdiri.
Karena menyadari dirinya terperangkap di sebuah kursi di depan siswa-siswa dengan otak kusut, dia lalu berkata dengan muka agak pucat, “dek, tolong dlu”.
Kemudian, dua teman saya yang berbakti berangkat dari tempat peristirahatan sementaranya dan bergegas menolong sang tentor. Mereka tak lain merupakan primadona kelas kami, Okto dan Yuni, Wow!!.
Setelah beberapa menit berlalu, semua kembali seperti semula.
“mmh, kenapa bias rusak begitu kursi.? Sang tentor berkata dengan muka masih pucat.
Hening. Karena semua siswa berusaha menahan tawa.
“mmhh,. Eh, sudah mi ka di hipnotis disini?” katanya berusaha mengalihkan pembicaraan.
“belum..belum..belum.” sahut semua siswa seperti anak TK yang akan diberi kwaci.
WAh, ternyata aura ini berasal dari kekuatan hipnotis dari sang tentor.. wahh gawat… jati diri ku akan terbuka (lho?)
“ok,ok. Kita mulai mi dari yang paling mudah, tapi ini butuh konsentrasi, dan orang pintar itu konsentrasi nya bagus” katanya sambil staycool yang tiada kira, sepertinya sang tentor sudah dapat mengendalikan situasi ini.
“mmhh, saya mi itu”,gumam ku dalam hati
Mmhh… kali itu sang tentor mempertunjukkan 3 jenis hipnotis, dan hasil nya pada saya yaitu:
1. Jari-jari yang awalnya agak pendek tiba-tiba tampak lebih panjang (tidak berhasil)
2. Jari-jari tangan yang melengket dan tak bias terlepas (tidak berhasil)
3. Seperti di TV-TV, kita di bawa kea lam bawah sadar dan melakukan apa yang dikatakan sang tentor (tidak berhasil)
Mmhh.. karena ketidakberhasilan tersebut saya menjadi kurang percaya diri selama pelajaran tersebut.
Dan akhirnya setelah melalui detik demi detik dimana saya merasa terbawah, akhirnya jam pelajaran nya selesai juga. Alhamdulillah …
Ngahahahaha.
Jam pelajaran kedua adalah Bahasa bangsa tercinta kita yang telah dicantumkan pada Sumpah Pemuda, Bahasa Indonesia.
Dan ternyata sore itu memang berbeda dengan sore-sore lainnya, sang tentor bindo, juga memberikan beberapa trik hipnotis nya. Dan kali itu memang sangat berbeda dengan jam pelajaran sebelumnya.
“mmhh… masa toh, waktu ,ku ikut hypnolearning, saya dikasi sugesti-sugesti supaya bias patahkan pensil dengan jari telunjuk. Dan ternyata bisa. Tapi pas ku di rumah ndak bisa mi” sang tentor bekata membuka pelajaran dengn ekspresi yang unik.
Hening.
“susah itu nah” katanya meyakinkan bahwa apa yang sang tentor katakana menarik untuk diperbincangkan setajam silet.
Siswa-siswa pun berusaha mematahkan pensil dengan jari telunjuk nya, tapi hasil nya nihil.
Dengan ekspresi meyakinkan sang tentor berkata, “ah, itu mi, beri dlu sugesti otak mu, tanamkan pikiran bahwa jari mu itu besi”
Dengan keyakinan akan berhasil 100% saya pun mencobanya. Saya berusaha memusatkan pikiran yang mengambang ini.
Setelah beberapa menit, “kak, pegang kan k’ dlu, bisa me k” kata ku dengan kekuatan penuh di tangan.
Ccceepplllaassstt!! Begitu lah bunyi dari patahan pensil tersebut. Saya berhasil.
Setelah itu, saat-saat di kelas, saya dipenuhi dengan pujian-pujian dari para siswa sementara saya mengembangkan skill.
Ngahahaha. “inilah titik balik karier ku di dunia The Master. Ngahahaha.
Hening.
T
ak terasa waktu berjalan cepat, bel keluar pun berbunyi. Saya pun bergegas meninggalkan ruangan dengan mantap.
Sebelum pulang saya sempat bercengkrama dengan teman-teman sepermainan.
Sore itu saya memilih motor sebagai kendaraan. Lalu sesuatu terjadi dengan cepat. Saya jatuh dari motor. Tangan ku lecet, otak pindah ke dengkul, spion motor pindah ke ban. Tapi yang unik, lecet tersebut tidak terasa sakit, tapi seperti di pijit pakai balsem Geliga (metonomia).
Pasti ini karena sugesti-sugesti yang telah diberikan oleh para tentor. Terima Kasih.
Saya pun dengan staycool tiada tara bergegas mengendalikan situasi dan pulang dengan selamat.
Alhamdulillah
07.14 | | 0 Comments
Momen Tiada Kira
Assalamu alaikum
*maaf, cerita ini banyak mengandung kesedihan. Jadi yang punya penyakit panu, atau ingusan, diharapkan jangan terlalu mendalami ceritanya.
kali ini saya akan awali dengan pertanyaan.
Apakah kalian melihat Boots?
yeahh.. Hidup Dora The Explorer
Siapa yang sering nonton film? (Jawablah: Ya.....)
Film jenis apakah itu? (Jawablah: Kesedihan)
Kesedihan bagaimana kah itu? (Jawablah: Perpisahan)
*maaf, dialog ini sudah diatur supaya agak lebih nyambung
Ya, perpisahan. Itulah yang baru saja saya alami, rasakan dan dengarkan (dengan efek musik kuat kita bersinar, lho!?)
Pasti kalian penasaran....
beginilah ceritanya...
Suatu hari di dunia tabi...
saya bangun seperti biasanya dari tidur yang sangat nyenyak (waktu malam minum obat Lelap)
dengan wajah bantal saya berusaha menganalisis apa yang telah mengganggu tidur ku. oh ternyata, Miniatur Danau toba ber volume 3cm kubik telah terbentuk di atas bantal yang bermotif koboi. Dengan sangat terpaksa, saya berusaha menggerakkan semua anggota badan saya dengan memaksimalkan kerja dari otak kecil saya (yeahhh... hidup biologi).
Setelah bangkit dari alam bawah sadar, saya mencoba menilik semua barang2 ku, siapa tau ada yang hilang (sandal merk Samoa berwarna merah). Di samping meja belajar yang sudah usang (ndak pernah dipake) terlihat beberapa dos yang berisi buku2 dan kantong pakaian yang berisi makanan, ya pakaian lahhh!!! ahhh... terliti dong!!! plis dong ah...
Ya, saya diingatkan oleh semua barang tersebut, bahwa hari ini bukanlah hari seperti biasanya.
Ya, hari yang akan menentukan semua alur hidup dan setting, dan tokoh utama (ndak nyambung) ku. AAhh.... kenapa hari ini harus tibbaaa!!! (dengan efek petir yang diikuti turunnya batu Ponari).
hari itu adalah Hari Dimana Saya Akan Keluar Asrama
ngahahah, eh salah, hikz.. hikzz
Setelah 6 menit 17 detik memikirkan hal tersebut, saya mulai memberikan motivasi dan reparasi (mang sofa??) pada diri ini.
Karena hari ini tidak lah biasa saya juga banyak melakukan hal yang tidak biasa. Contohnya saja sikat gigi, mandi, pake baju (hari biasanya telanjang ya mas?).
Setelah itu saya membereskan semua sarana dan prasarana yang saya punya, agar nanti jikalau tiba saatnya, semua akan baik2 saja.
Setela semua stabil, saya berinisiatif untuk sarapan ala anak asrama. Apakah itu? roti.
Karena merasa masih memiliki roti merk Dewi rasa Coklat yang baru dikirimi kemarin malamnya, saya ndak jadi mengambil roti yang berceceran di kamar orang.
Dengan menikmati roti milik sendiri, saya mendengar lagu Kuat Kita Bersinar -nya SID dari laptop nya Arya. Akhirnya setelah segala sesuatu nya mantap saya berkeinginan untuk menghibur diri dengan main fb. Tak terasa 4menit telah berlalu tanpa ter-konek-kan dengan Internet. Karena pori-pori tubuh telah terbuka dan telah bersiap2 mengekskresikan keringat saya kembali ke kamar.
Saya kembali bersedih.
Sedih.
Oh, sedih.
Tak terasa saya tertidur sampai jam telah menunjukkan pukul setengah empat sore.
Dengan jiwa keatletan, saya sore adalah waktu dmana saya bisa mengmbangkan skill dalam berolahraga. Dan sore itu olah raga yang terpilih adalah Sepak Bola.
Ketika bermain, ada sesuatu yang juga terjadi tidak biasa.
APakah itu? SAYA MENCETAK 1Gol.
nagahhaha
nagahahah
ngahahah
ngahahaha
Karena semua anak asrama adalah agamawan yang sangat tekun kami menyadari bahwa waktu habis nya yaitu sebelum maghrib. Tapi bola berkata lain. WAktu itu semua tidak menyadari waktu, dan terus bermain dengan semangat kedaerahan yang tinggi.
Memang, hari itu bukanlah hari biasa. Hal spektakuler terjadi.
Tiba-tiba dari kejauhan sesosok manusia berpakaian biru gelap berjalan dengan gagahnya. Dengan mimik khas manusia, dia berjalan bagaikan BAMPOL yang tengah dirudung kesedihan.
Setelah berjalan sekitar 3 meter dia berhenti dengan memperhatikan rambu2 yang berlaku.
Dia lalu mengambil sesuatu dari balik seragam nya. Dan ternyata itu adalah peluit, maksud saya, sempritan.
Karena terinspirasi wasit botak Collina, tangan kirinya lalu dikembangkan bagaikan sayap, dan tangan kanannya mengarahkan peluit pas ke arah hidungnya, eh mulutnya.
Setelah menghisap udara sekitar 4liter, dia meniup peluit tersebut sekeras-kerasnya.
Saking kerasnya, saya sempat terlempar sejauh 0,001 mm dari tempat semula. Dengan senyum yang dibuat terkesan keren, dia melambai ke arah kami, tanda waktu bermain telah usai.
Kami pun berlari ke asrama, agar tak terliaht oleh Ibu Tercinta, Bu Ipa.
Tapi nasib berkata lain, Bu Ipa dengan tegas berdiri di teras asrama.
Tapi untunglah hari itu memang bukan hari biasa. Dengan gaya pelari khas pelari Nigeria, saya mencoba menembus dinding ketakutan yang dibentuk Bu Ipa. Yah, memang Nigeria lah yang terhebat. Saya berhasil.
Setelah itu, saya minum, berkelakar sebentar, mandi, sholat, dan makan, lalu kelakar lagi.
Ditengah-tengah kelakar, suara HP ku menyadarkan aku bahwa sudah tiba saat yang akan memindahkan sedikit jalur hidupku. Ya, K' Chandra, seseorang, yang akan menjemput ku, telah mengultimatum bahwa dia akan segera ke asrama.
Saya pun sempat tertegun.
Karena merasa ndak bisa mengangkut lemari baju ku sendirian, saya dengan nada agak ditinggikan berkata,
"Oi, bantu dlue" bujuk ku kepada adek kelas
"mmhh, ndak mau ja" kata salah seorang dari mereka. Dengan mata yang agak disiniskan dan tangan yang mulai dikepalkan, saya kembali menatap mereka
"iya paeng, ayo teman2.."mereka mulai bergerak bagaikan hewan-hewan di film Madagascar
Satu persatu barang ku pun diangkut ke bawah.
Inilah saat yang saat mengharukan, dari segala skrip jalur hidup ku.
Pamit.
Ya, sepertinya semua orang bersedih akan kepergian si gendut-tukang makan-jayus-ketawa ini.
Sempat saya meneteskan air kesedihan dari hidung (ingus). Ya, saya sempat hampir akan menangis. Tapi, karena ke-stay cool-an yang telah dilatih selama 2 bulan saya berhasil mengalahkan rasa itu. Bila Rasaku ini Rasamu.
Saya pun pamit sama Ibu Tercinta, Bu Ipa. Dan Tak Lupa sama teman ku Arafah dan si Pioneer, Atong yang dari 4 hari lalu duduk di teras menunggu mangga masak.
Menurut Informasi yang saya dapat siih, dia jg sedih.
Saya pun pergi dengan sekelompok barang busuk yang tak lain baju ku...
bye..bye...
05.03 | | 0 Comments